PELATIHAN PLTS ROOFTOP TINGKAT OPERATOR BAGI PONDOK PESANTREN SE-JAWA BARAT

" PELATIHAN PLTS ROOFTOP TINGKAT OPERATOR BAGI PONDOK PESANTREN SE-JAWA BARAT "
sri asih

PELATIHAN PLTS ROOFTOP TINGKAT OPERATOR BAGI PONDOK PESANTREN SE-JAWA BARAT

Senin, 16 Desember 2019

Sebagai tindak lanjut implementasi kerjasama antara PPSDM KEBTKE dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditrenbang Infrastruktur EBTKE, Ditjen EBTKE), melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Pengoperasian dan Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop Bagi Operator penerima manfaat infrastruktur, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), pada tanggal 16 sampai dengan 18 Desember 2019, bertempat di kantor PPSDM KEBTKE, Jalan Poncol Raya No.39, Ciracas, Jakarta Timur, dengan jumlah peserta 25 orang yang terdiri dari perwakilan pondok pesantren Se - Jawa Barat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan EBTKE Laode Sulaeman, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan pembangkit energi terbarukan yang kini sudah menjadi primadona di negara-negara maju. Setiap tahun negara-negara maju meningkatkan kapasitas PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik di negaranya. Hingga tahun 2015, kapasitas kumulatif PLTS di seluruh dunia sebesar 227 GW. Di negara China menjadi peringkat pertama negara terbesar yang memiliki kapasitas PLTS mencapai 45 GW, disusul oleh Jerman, Jepang dan USA. Di sisi lain potensi matahari Indonesia tidak kalah dari negara-negara tersebut bahkan Indonesia memiliki potensi tenaga surya 10 kali lipat daripada Jerman. Akan tetapi, penerapan PLTS di Indonesia masih sangat kecil dari potensi yang ada. Terlepas dari hal tersebut, Pemerintah telah membuat berbagai regulasi yang mengatur tentang penerapan energi terbarukan di Indonesia, salah satunya PLTS. Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional menargetkan bahwa pada tahun 2025 bauran energi nasional sebesar 23 persen berasal dari energi baru terbarukan. Bahkan, Kementerian ESDM memiliki target penerapan PLTS yang ambisius yaitu sebesar 6,4 GWp pada tahun 2025. Dunia saat ini telah banyak mengembangkan PLTS Rooftop baik melalui penelitian maupun pengaplikasian. Sudah saatnya Indonesia mengejar ketertinggalan tersebut melalui pengembangan SDM menuju Indonesia unggul imbuhnya.

Pepep Muhamad Abduh selaku Kepala Sesi Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa potensi energi bersumber dari sinar matahari, di Jawa Barat diperkirakan sebesar 9.099 GW, pemanfaatan sumberdaya energi sinar matahari untuk industri dan gedung komersial minimal 25% dari luas atap bangunan kompleks, pemanfaatan sel surya untuk bangunan rumah tangga minimal 25% dari luas atap bangunan, pembangunan sel surya pada gedung pemerintah minimal 30% dari total luas atap gedung. Target RUED Menetapkan 20,1% EBT pada bauran energi primer paparnya.

Erick Ta’dung selaku perwakilan dari Ditrenbang Infrastruktur EBTKE, Ditjen EBTKE dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2019, Ditjen EBTKE telah mengalokasikan pembangunan PLTS Rooftop (Atap) sebanyak 26 unit pada 25 pondok pesantren terpilih dari 30 pondok pesantren di Jawa Barat yang menjadi target pembangunan infrastruktur EBTKE, dengan kapasitas terpasang mulai dari 1,5 kWp hingga 25 kWp yang tersebar di 10 kabupaten. Proses pembangunan dimulai dari proses perencanaan teknis yang dimulai akhir tahun 2018, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pondok pesantren sebelum berakhirnya tahun 2019. Program PLTS Rooftop (Atap) di lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat mengenalkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui tenaga surya yang diimplementasikan di atap gedung, selain itu manfaat dari sisi ekonomi pemanfaatan PLTS dilingkungan pondok pesantren adalah dapat mengurangi tagihan listrik PLN minimal hinggal 30% dari tagihan rata-rata sehingga alokasi dananya dapat dialokasikan untuk kegiatan lainnya. Diharapkan agar PLTS Rooftop dilingkungan pondok pesantren dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya yang berada dilingkungan pondok pesantren imbuhnya.

Sebagai bukti nyata bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia menuju Indonesia Unggul adalah melalui program pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Kami SIAP menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. 

COME & JOIN US!!!

PPSDM KEBTKE  YOUR FUTURE ENERGY PARTNER
Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum:
Sdr. Nico HP. 08118123490 
Email: informasi.ppsdmkebtke@esdm.go.id
Web http: //diklat.ppsdmkebtke.esdm.go.id
(SA)


Penerbit : sri asih - 2019-12-16 14:41:52
© 2018 Esdm - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. All rights reserved.